Kebahagiaan bukan tujuan akhir dari perjalanan kehidupan ini, melainkan kebahagiaan hanyalah terminal peristirahatan, tempat berteduh sementara, untuk menghirup angin segar dan mengisi tenaga untuk melanjutkan perjalanan kembali menuju kedamaian.
Note : Selama kita masih bisa merasakan kebahagiaan, niscaya kita juga masih bisa merasakan penderitaan.
#seperti_hukum_dualitas_Yin_Yang_milik_Lao_Tse
Jangan berharap supaya dunia mengerti kamu, tapi berharaplah supaya kamu cepat mengerti apa yang dunia inginkan darimu.
Cepat atau lambat memang kehidupan ini pasti akan berakhir, tapi berakhir di sini adalah dalam artian bersambung kembali bukan tamat. Akankah setiap episode kehidupan anda menjadi lebih baik ??? Ya saya tidak bisa menjawab. Semua kembali kepada individu kita masing-masing,,,, Setiap detik adalah kesempatan untuk belajar, manfaatkanlah...... Karena di alam-alam rendah tidak ada pembelajaran, yang ada hanyalah kesadaran bervibrasi rendah seperti penderitaan, gelisah, amarah, takut, was-was, tidak nyaman dll. Di Neraka, di alam kerajaan binatang, di alam kerajaan hantu tidak ada kenangan manis semuanya horor dan ternyata rata-rata mahluk lebih sering terlahir di sana daripada di alam-alam atas. Ironisnya ketika anda terlahir setingkat saja di bawah alam manusia, maka anda tidak mungkin akan terlahir di Surga manapun, entah itu Surga para Dewa atau Surga para Brahma. Anda harus berjuang keras untuk terlahir kembali sebagai manusia, sedangkan untuk terlahir menjadi manusia itu bukan perkara yang mudah. Para Dewa di kayangan saja, yang cahanya mulai redup alias mau mati pun sangat kesulitan untuk mentarget atau mencari tenggeren di rahim manusia. Karena yang bersaing untuk lahir ke dunia ini bukan cuma ribuan, tapi miliaran. Sedangkan rahim manusia cuma bisa menyelamatkan satu peserta lomba saja. Memang kita semua sebenarnya adalah pemenang tapi kelak kita masih harus berjuang kembali. Sama seperti halnya Muhammad Zohri, dulu di Olimpiade lari Amerika ia pernah menang tapi kemudian, di malah kalah di Asian Games yang bertuan rumah di Indonesia. Tapi ya itulah pertandingan bisa menang dan bisa kalah. Kalau kalah bisa di coba lagi, coba lagi, coba lagi, hingga ribuan kali bagaimana kalau tetap nggak menang juga, mungkin setelah sejuta kali baru akan menang. Tapi setelah menang ya masih berjuang seperti ini.






0 komentar:
Posting Komentar