Ada yang penasaran bertanya-tanya, agamaku apa...
Dan aku nggak bisa menjawab karena aku telah terbebas dari konsep apa yang di pertanyakan oleh yang bersangkutan.
OK agama, bagiku agama ibarat sebuah kelapa atau ibarat sebuah perahu. Kelapa cukup di makan buahnya dan cukup di minum airnya saja. Tidak perlu menyayangi serabutnya dan batoknya. Perahu cukup di gunakan sebagai media untuk menyebrangi danau, kalau sudah sampai di seberang. Ya perahunya jangan di gendong-gendong, karena berat dan hanya membebani saja.
Sebenarnya aku telah lama menghancurkan doktrin/ dogma agama yang sampai saat ini masih banyak orang-orang yang membutuhkannya sebagai sandaran/ tenggeran/ pedoman hidup.
Konsep Agama adalah untuk orang-orang belum melik secara Spiritual. Orang yang butuh agama adalah orang awam. Ibarat orang sakit yang butuh obat. Orang yang butuh agama adalah orang-orang bodoh atau orang yang jahat. Orang yang tidak percaya hukum alam/ karma. Orang yang suka menyalahkan segalanya. Orang yang sok bijak, padahal sekedar menyombongkan kedangkalan pengetahuannya.
Sedangkan Dharma adalah untuk orang-orang yang sudah mulai terbangun secara Spiritual.
Di dalam Dharma tidak ada konsep yang membatasi dimensi ruang dan waktu. Tidak ada perbedaan yang membatasi antara jagad kecil dengan jagad besar, antara jiwa yang di atas dan jiwa yang di bawah. Tidak ada konsep yang membatasi antara Hindu dan Budha. Tidak ada konsep yang membatasi binatang dengan Tuhan. Tidak ada konsep yang membatasi Habib dengan Teroris. Kar
Dharma mencakup semua agama, tetapi Agama belum tentu Dharma. Sama seperti gedung yang sudah pasti punya pintu, tetapi pintu belum tentu adalah gedung.
Di dalam Dharma setiap mahluk adalah keluarga, setiap mahluk adalah Saudara. Di dalam agama, setiap mahluk belum tentu keluarga, setiap mahluk belum tentu saudara. Konsep Agama yang kerdil, bisa-bisa membuat kita saling memusuhi, saling antipati, saling benci, saling bunuh, saling perang, saling mengintimidasi, saling menjajah dll.
Ajaran Dharma telah terbukti mampu menyatukan lebih dari 63 agama besar di India kuno, agama Hindu yang sebelumnya terdiri dari ratusan paham aliran akhirnya menjadi satu kesatuan yang solid dan utuh. Jadi, agama Hindu yang sekarang ini kita kenal sebenarnya bukanlah satu agama. Tapi ratusan ajaran para bijaksana di India kuno yang telah menyatu menjadi satu agama yang di sebut sebagai Dharma. Dharma telah menghancurkan jurang pemisah antara raja dengan budak, antara agamawan dengan para penjagal, antara orang suci dengan orang orang hina, antara Tuhan dengan Manusia. Kalau anda tidak mampu menerima Dharma, maka anda juga selamanya tidak akan pernah bisa menerima pencerapan Spiritual. Di kelahiran yang kali ini anda terlahir jadi orang soleh, alim, beriman, bertaqwa dan beragama. Di kelahiran esok juga anda akan terlahir sebagai orang yang soleh, alim, beriman, bertaqwa dan beragama juga. Terus-terusan terlahir jadi orang yang soleh, alim, beriman, bertaqwa dan beragama apa nggak bosan bro...... Karena walaupun kita soleh, alim, beriman, bertaqwa dan beragama pasti juga akan mengalami penderitaan, sakit, Tua dan Mati...... Sedangkan selama kita masih punya nafsu, selama kita menginginkan cinta/ seks, haus/ rindu akan kebahagiaan dan nikmatnya Surga jiwa kita tidak akan pernah termurnikan. Karena Kesucian belumlah kita capai. Sekedar pengetahuan tambahan, salah satu ciri-ciri orang suci level tertinggi / Arahat yang paling mendekati kelas Budha adalah bahwa beliau tidak lagi mengejar kebahagiaan. Membahas tentang Surga adalah salah satu hal yang tabu secara Spiritual. Pangeran Ananda ketika masih junior di tengah-tengah para Sanggha pernah di ledek oleh para Arya/ orang-orang mulia/ murid suci Budha/ para Sanggha senior yang telah sepuh secara Spiritual. Beliau di ledek karena terus-terusan mengingat para Bidadari dan kemegahan Surga setelah beliau di bawa Budha ke Surga secara langsung. Tujuan Budha untuk membawa yang Arya Ananda ke Surga adalah supaya beliau simpatik sama Budha dan mau di takbis menjadi biksu untuk di jadikan sebagai asisten pribadi Budha, karena selain Ananda Tera adalah mantan sahabat Budha di kehidupan masa lampau Budha, YM Ananda juga memiliki ingatan yang sangat baik. Ingatan beliaulah yang di kemudian hari menyelamatkan ajaran Budha, karena di masa itu belum ada tulisan.
Dharma terbukti mampu melebur pembatas/ kasta di antara manusia, bahkan menyatukan ratusan agama menjadi satu. Jadi, di jaman India kuno ada banyak peradaban Spiritual. Ada banyak Resi/ Pertapa, ada banyak Maha Resi/ Pertapa besar, ada banyak guru ji/ guru Spiritual. Ada yang memuja dewa Api, ada yang memuja Dewa angin, dewa Brahma, dewa Siwa, pemuja sapi, pemuja monyet, pemuja tikus, Pertapa telanjang dan lain-lain.
Masihkah Anda meragukan Dharma.....??? Terserah, saya tidak peduli. Tapi jangan mengganggu keyakinan yang lain karena keyakinan anda belum tentu 100000 % Benar.










