This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 01 Januari 2019

Keyakinanku

Ada yang penasaran bertanya-tanya, agamaku apa...

Dan aku nggak bisa menjawab karena aku telah terbebas dari konsep apa yang di pertanyakan oleh yang bersangkutan.

OK agama, bagiku agama ibarat sebuah kelapa atau ibarat sebuah perahu. Kelapa cukup di makan buahnya dan cukup di minum airnya saja. Tidak perlu menyayangi serabutnya dan batoknya. Perahu cukup di gunakan sebagai media untuk menyebrangi danau, kalau sudah sampai di seberang. Ya perahunya jangan di gendong-gendong, karena berat dan hanya membebani saja.

Sebenarnya aku telah lama menghancurkan doktrin/ dogma agama yang sampai saat ini masih banyak orang-orang yang membutuhkannya sebagai sandaran/ tenggeran/ pedoman hidup.

Konsep Agama adalah untuk orang-orang belum melik secara Spiritual. Orang yang butuh agama adalah orang awam. Ibarat orang sakit yang butuh obat. Orang yang butuh agama adalah orang-orang bodoh atau orang yang jahat. Orang yang tidak percaya hukum alam/ karma. Orang yang suka menyalahkan segalanya. Orang yang sok bijak, padahal sekedar menyombongkan kedangkalan pengetahuannya.

Sedangkan Dharma adalah untuk orang-orang yang sudah mulai terbangun secara Spiritual.

Di dalam Dharma tidak ada konsep yang membatasi dimensi ruang dan waktu. Tidak ada perbedaan yang membatasi antara jagad kecil dengan jagad besar, antara jiwa yang di atas dan jiwa yang di bawah. Tidak ada konsep yang membatasi antara Hindu dan Budha. Tidak ada konsep yang membatasi binatang dengan Tuhan. Tidak ada konsep yang membatasi Habib dengan Teroris. Kar

Dharma mencakup semua agama, tetapi Agama belum tentu Dharma. Sama seperti gedung yang sudah pasti punya pintu, tetapi pintu belum tentu adalah gedung.

Di dalam Dharma setiap mahluk adalah keluarga, setiap mahluk adalah Saudara. Di dalam agama, setiap mahluk belum tentu keluarga, setiap mahluk belum tentu saudara. Konsep Agama yang kerdil, bisa-bisa membuat kita saling memusuhi, saling antipati, saling benci, saling bunuh, saling perang, saling mengintimidasi, saling menjajah dll.

Ajaran Dharma telah terbukti mampu menyatukan lebih dari 63 agama besar di India kuno, agama Hindu yang sebelumnya terdiri dari ratusan paham aliran akhirnya menjadi satu kesatuan yang solid dan utuh. Jadi, agama Hindu yang sekarang ini kita kenal sebenarnya bukanlah satu agama. Tapi ratusan ajaran para bijaksana di India kuno yang telah menyatu menjadi satu agama yang di sebut sebagai Dharma. Dharma telah menghancurkan jurang pemisah antara raja dengan budak, antara agamawan dengan para penjagal, antara orang suci dengan orang orang hina, antara Tuhan dengan Manusia. Kalau anda tidak mampu menerima Dharma, maka anda juga selamanya tidak akan pernah bisa menerima pencerapan Spiritual. Di kelahiran yang kali ini anda terlahir jadi orang soleh, alim, beriman, bertaqwa dan beragama. Di kelahiran esok juga anda akan terlahir sebagai orang yang soleh, alim, beriman, bertaqwa dan beragama juga. Terus-terusan terlahir jadi orang yang soleh, alim, beriman, bertaqwa dan beragama apa nggak bosan bro...... Karena walaupun kita soleh, alim, beriman, bertaqwa dan beragama pasti juga akan mengalami penderitaan, sakit, Tua dan Mati...... Sedangkan selama kita masih punya nafsu, selama kita menginginkan cinta/ seks, haus/ rindu akan kebahagiaan dan nikmatnya Surga jiwa kita tidak akan pernah termurnikan. Karena Kesucian belumlah kita capai. Sekedar pengetahuan tambahan, salah satu ciri-ciri orang suci level tertinggi / Arahat yang paling mendekati kelas Budha adalah bahwa beliau tidak lagi mengejar kebahagiaan. Membahas tentang Surga adalah salah satu hal yang tabu secara Spiritual. Pangeran Ananda ketika masih junior di tengah-tengah para Sanggha pernah di ledek oleh para Arya/ orang-orang mulia/ murid suci Budha/ para Sanggha senior yang telah sepuh secara Spiritual. Beliau di ledek karena terus-terusan mengingat para Bidadari dan kemegahan Surga setelah beliau di bawa Budha ke Surga secara langsung. Tujuan Budha untuk membawa yang Arya Ananda ke Surga adalah supaya beliau simpatik sama Budha dan mau di takbis menjadi biksu untuk di jadikan sebagai asisten pribadi Budha, karena selain Ananda Tera adalah mantan sahabat Budha di kehidupan masa lampau Budha, YM Ananda juga memiliki ingatan yang sangat baik. Ingatan beliaulah yang di kemudian hari menyelamatkan ajaran Budha, karena di masa itu belum ada tulisan.

Dharma terbukti mampu melebur pembatas/ kasta di antara manusia, bahkan menyatukan ratusan agama menjadi satu. Jadi, di jaman India kuno ada banyak peradaban Spiritual. Ada banyak Resi/ Pertapa, ada banyak Maha Resi/ Pertapa besar, ada banyak guru ji/ guru Spiritual. Ada yang memuja dewa Api, ada yang memuja Dewa angin, dewa Brahma, dewa Siwa, pemuja sapi, pemuja monyet, pemuja tikus, Pertapa telanjang dan lain-lain.

Masihkah Anda meragukan Dharma.....??? Terserah,  saya tidak peduli. Tapi jangan mengganggu keyakinan yang lain karena keyakinan anda belum tentu 100000 %  Benar.

Jumat, 07 Desember 2018

Agama Terbaik di Indonesia, di Dunia dan Akhirat


Seorang guru adalah murid yang telah sepuh dalam memahami pengetahuan yang telah dikuasai oleh gurunya.

Seorang orang tua adalah anak yang telah sepuh dalam mewarisi kehidupan yang telah di lalui oleh orang tuanya.

Hendaklah para penerus menghargai kebudayaan luhur yang telah di ajarkan oleh para pendahulunya dan hendaklah para pewaris mengapresiasi apa yang telah pernah berhasil di masa lalu negaranya.

Indonesia adalah penerus tongkat estafet Nusantara. Seperti halnya Islam adalah penerus tongkat estafet Budhism. Sekarang masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam, sedangkan dahulu masyarakat Nusantara mayoritas beragama Budha.

Sesungguhnya Budhisme adalah ajaran yang paling sukses di Nusantara. Karena Nusantara merupakan salah satu Negeri Budhisme yang paling cepat merealisiasi kesunyataan atau kebenaran ajaran Budha terutama tentang Anica atau ketidakkekalan. Di antara negeri-negeri Budhis lainnya, yakni India, Cina, Tibet, Buthan, Nepal, Sri Lanka, Jepang, Korea Selatan, Myanmar, Thailand, Singapura dll. Maka Nusantara adalah satu-satunya negeri Budhis yang pernah mengalami fenomena paling unik. Yakni mengalami perkembangan awal dengan trek yang cukup mulus, kemudian mengalami pergolakan ke arah kejayaan dengan begitu cepatnya, kemudian eksistensi Budhisme Nusantara mulai mengendur, dan akhirnya sampai Nihil.
Setelah kerajaan Majapahit ibu kota Nusantara menjadi kerajaan kuat yang berdaulat dan berjaya, konon agama Budha juga ikut berkembang dengan sangat pesat di seluruh kekuasaan Nusantara, karena Roh Luhur Nusantara adalah Spirit of Budhism. Kerajaan Majapahit dan ajaran Budha, seperti beriringan selangkah sejalan hingga sama-sama mencapai masa-masa keemasan. Akhirnya tercapailah klimaksnya, puncak kejayaan tertinggi yang bisa di capai oleh Budhisme Nusantara. Hingga pada akhirnya masa keemasan kerajaan Budhisme memasuki periode yang namanya pasca klimaks, di mana terjadi penurunan eksistensi sampai ke titik nol di mana dalam sejarah Nusantara, ada saat kita tidak bisa lagi menemukan jejak-jejak keberadaan ajaran Budhisme di Nusantara ini. Di mana bahkan Borobudur pun pernah hilang selama ratusan tahun sebelum di temukan oleh sejarawan Belanda, Sanggha/ perkumpulan murid-murid Budha yang sebelumnya jaya juga hilang dari bumi pertiwi sebelum seorang biksu Thailand datang ke Borobudur di masa sesaat setelah kemerdekaan, yang sebelumnya tidak ada lagi satu biksu pun yang terlihat di bumi Nusantara yang nota bene adalah kerajaan Budha terbesar di masa lalu. Bahkan sampai sekarang pun, jumlah biksu di Indonesia tidak pernah mencapai jumlah seratus orang. Para biksu Indonesia justru kebanyakan orang Indonesia yang tidak beragama Budha dan mengenal/ belajar Budhisme pun di luar Negeri. Miris, padahal Komunitas Sanggha Nusantara pada masa lampau, di perkirakan lebih besar dari pada komunitas Sanggha yang ada di Cina dan yang ada di India.
Padahal kita tahu Cina itu luas dan India juga luas sekaligus merupakan tempat kelahiran Budha. Tapi luasnya kerajaan Budha Nusantara dan Komunitas Sanggha di masa lalu, lebih besar dari yang terbesar. Memang miris negeri Eks Budhis, kini menjadi negara pengekspor ajaran Budhis dari luar negeri. Mantan negara Budha terbesar di dunia, justru kini menjadi negara yang menganak bawangkan agama Budha. Mungkin ini yang di namakan kera makan pala, Karmapala; tidak semua orang,  termasuk yang satu bangsa bahkan yang satu keluarga pun tidak memiliki kemampuan karma yang sama untuk bisa bertemu, mempelajari dan meyakini Dharma ajaran luhur Sang Budha.

Candi Borobudur adalah saksi bisu dari kebesaran/ eksistensi ajaran Budha di masa lalu Indonesia/ Nusantara, karena Borobudur adalah Candi Budha terbesar di dunia.

Masihkah Anda menganggap ajaran Budha, sebagai agama kaleng kaleng ?

Seribu Satu Manfaat Dari Meditasi

Sedikit Tips Untuk Mengakali Penderitaan Neraka

Manfaat lain dari Meditasi, selain untuk relaksasi, meringankan beban mental, melatih konsentrasi, pencapaian jana, memperoleh kegaiban/ kesaktian, ternyata juga sangat bermanfaat untuk membantu meringankan penderitaan di Neraka. Karena dengan meditasi kita bisa menghilangkan rasa sakit, dengan cara terus menerus memfokuskan kesadaran kita ke rasa sakit tersebut. Uniknya ketika terus menerus mengamati rasa sakit tersebut, kesadaran batin secara otomatis justru akan melemah. Yang artinya rasa sakit tersebut juga akan melemah, hingga tidak terasa lagi. Terkadang juga ada fenomena yang aneh, di mana rasa sakit justru perlahan berubah menjadi rasa nikmat.

Bedanya Asura dan Peta ( Jin dan Hantu )

Dalam piramida alam kehidupan, ada empat alam yang tingkatannya lebih rendah dari alam manusia yakni berturut-turut adalah alam Asura yang diantaranya adalah alam jin dan alam Siluman. Lalu yang ke dua adalah alam Peta/ Hantu, sesungguhnya ada ribuan jenis hantu yang berada di lingkup dimensi alam hantu ini. Ke tiga, adalah alam binatang. Kita tahu ada jutaan spesies binatang yang ada di dunia ini. Yang terakhir adalah alam Neraka, menurut orang-orang Suci yang pernah melihat Neraka, ada 131 lapisan alam Neraka yang memiliki kadar dan jenis penderitaannya sendiri-sendiri. Neraka berada di ruang rahasia dimensi lain dalam perut bumi.

Bedanya Peta dan Asura atau bedanya Hantu dan Jin/Siluman. Hantu jauh lebih lemah dari jin, karena hantu pada dasarnya merupakan degradasi atau mahluk yang jatuh dari alam manusia sedangkan jin pada dasarnya adalah degradasi atau jatuhan dari alam dewa, kalaupun ada manusia yang jadi Asura bisa di pastikan dia dulunya adalah manusia yang sakti. Jadi, oleh sebab itu banyak hantu yang menjadi kacungnya Jin. Asura menjadi preman di alam gaib, sedangkan hantu terpaksa menuruti kemauannya Asura. Hantu di suruh mengganggu manusia oleh jin, hantu harus mau tapi sebenarnya hantu terhimpit di tengah-tengah dua jenis mahluk yang lebih kuat darinya. Kalau nggak nurut akan di siksa oleh jin, kalau dia nurutin kemauannya jin ia akan di masukin ke botol atau di keppret oleh manusia. Sebenarnya hantu nggak jahat, yang jahat adalah jin. Hantu sifatnya ling lung, bingung, penasaran, kelaparan, kehausan, tampak gerah, lemah, galau, jelek, penakut, kurang semangat kayak anjing cacingan, kayak ayam bodoh, galau dan gila. Tapi jin sifatnya marah, benci, rakus, jahil, jahat, usil, pengganggu, keras kepala, sombong, suka nyamar menjadi mahluk lain misalnya pura-pura menjadi hantu/binatang/manusia/dewa/bahkan pura-pura menjadi Tuhan hanya untuk sekedar bersenang-senang atau tujuan lainnya yang intinya adalah untuk mempermainkan mahluk lain. Asura memiliki sifat yang patentengan, merasa paling jago, suka mengadu domba/ adu jangkrik, suka berkelahi, senang perang, suka melakukan politik pecah belah dalam suatu kelompok, mereka pembohong, penipu, licik dan mereka akan melawan siapa saja, bukan cuma melawan manusia termasuk juga melawan para dewa yang jauh lebih kuat kuasanya. Mereka senang menantang, apalagi kalau di tantang. Tapi kalau mereka kalah, Asura akan pura-pura minta ampun, menawarkan diri sebagai budak/ pembantu, padahal di dalam hati dan fikiran mereka terus mencari cara supaya bisa balas dendam. Dasar Asura penyesat, dasar Asura bangsat. Tapi begitulah Asura, selayaknya kita kasian kepada Peta.

Konon Asura dan Peta, hanya bisa hengkang dari alam bawah kalau di arus kesadaran batin mereka muncul perasaan cinta kasih, belas kasih, rasa damai dan simpati/ empati terhadap mahluk lain. Tapi itu sangatlah sulit bagi makhluk-mahluk alam bawah. Tapi jika, mereka telah mampu mengoleksi keempat perasaan mulia ini maka mereka akan segera mati di alam menderita tersebut. Walaupun alam tujuan kelahiran mereka kembali juga belum tentu dan belum bisa di pastikan akan terlahir kembali di alam. Yang jelas mahluk dari alam rendah tidak akan pernah atau akan sangat sulit supaya bisa terlahir di Surga, karena tidak ada Mahluk selain manusia yang bisa menaklukkan Surga. Karena cuma kodrat manusialah yang memiliki komposisi batin yang lengkap dan sempurna, untuk bisa terlahir di mana saja. Jadi mereka tidak bisa masuk Surga tanpa melalui tubuh manusia, artinya mereka yang ada di alam bawah harus berjuang supaya terlahir jadi manusia dulu baru boleh punya cita-cita terlahir di Surga. Semua mahluk istilahnya harus transit dulu menjadi manusia baru bisa pergi ke alam mana saja, ke kondisi kelahiran yang gimana saja, termasuk mencapai Nirwana / Nibana, menjadi Mahluk suci, menjadi Bodhisata, menjadi makhluk Brahma, bahkan menjadi Budha.

Seks ( Mulia atau Hina )

Kenikmatan Seksual ternyata Eksis di dua Alam tinggi dan di dua alam rendah. Masihkah Anda Bangga Memuja Kenikmatan Syahwat, karena apa yang anda puja tersebut juga bisa di nikmati oleh binatang dan jin yang nyatanya adalah mahluk hina. Kenikmatan seks bisa di rasakan di empat alam indrawi ini :

-. Alam Surga Rendahan/ Surga Dewa Dewi-Bidadara/ Bidadari
-. Alam Manusia
-. Alam Jin/ Siluman
-. Alam Binatang

Ternyata kenikmatan seksual yang bisa kita rasakan juga bisa di rasakan oleh para Dewa, ya wajar kan mereka di Surga. Tapi ini jin dan Binatang juga ikut-ikutan bisa merasakan nikmatnya sex, kamu sebagai manusia terima nggak. Kesimpulannya, jadi untuk bisa menikmati kenikmatan sex syaratnya cukup gampang. Asalkan kamu tidak terlahir di alam Neraka atau di alam Hantu, kamu pasti masih bisa merasakan sex.

Termasuk Mahluk di alam Brahma juga tidak lagi bisa merasakan sex, karena mereka tidak lagi terikat dengan semua jenis kenikmatan indra. Akan tetapi semua jenis kebahagiaan dan kenikmatan batin bisa mereka rasakan setiap saat tanpa henti.

Makhluk di dimensi alam hantu, yang justru memiliki semua jenis nafsu yang lengkap. Termasuk nafsu libido yang sangat kuat akibat kemelekatannya terhadap kenikmatan yang pernah ia rasakan di kehidupan masa lampau nya,  semasa menjadi manusia. Akan tetapi nafsu yang ia miliki justru menjadi sumber penderitaannya. Sesungguhnya hantu-hantu sangat lapar secara batin tetapi seolah tidak bisa makan walaupun mereka punya mulut secara fisik di tubuh mereka yang halus. Mereka haus secara batin, bukan berarti air bisa melenyapkan dahaga mereka. Mereka istilahnya sange berat di dalam arus batinnya, tapi tidak bisa di lampiaskan secara indra. Itu sebabnya mengapa mereka gelisah dan gentayangen. Di arus kesadaran mereka segalanya adalah kesadaran kehendak yang selalu mantan kembali karena tidak bisa pernah kesampaian atau terlampiaskan, ibaratnya bertepuk sebelah tangan. Misalnya ada hantu yang rindu suami/ istri /anak /orang tua tapi ia takkan pernah bisa berjumpa lagi, jadi ada perasaan yang seolah menyesakkan di dada. Pengen Berbicara tapi tidak ada yang bisa mendengarnya. Di hati ada keinginan, ingin begini, ingin begitu, ingin ini, ingin itu, tapi tidak ada yang bisa mengerti/ nggak ada yang memahami. Jadi, hantu selalu di siksa oleh hasrat keinginannya sendiri. Empat puluh hari anda jadi hantu, itu setara dengan empat puluh tahun anda menderita di alam manusia. Bayangkan kalau ada hantu yang berumur ratusan tahun, berarti dia ibarat hidup ribuan tahun di alam manusia yang penuh dengan penderitaan, itulah sedikit kehidupan versi hantu. Di alam hantu hanya ada kesepian, kontras dengan cuaca senja yang redup / tanpa cahaya, tiada tanda pergantian hari. Tidak ada jam, seolah waktu seakan berhenti, yang ada hanyalah ratap, rasa pupus dari semua harapan, hidup hampa tanpa tujuan, putus asa disertai rasa sesal yang menyesakkan dada, itu sebabnya kuntilanak mirip kayak orang gila karena memang dia Stress berat, ketawa ngakak sebentar terus menangis nguwik-nguwik selang beberapa detik kemudian. Rasa galau, berubah menjadi lapar, rasa lapar berganti sedih, sedih berganti haus, haus berganti khawatir, khawatir berganti sakau, sakau berganti hampa kosong melayang-layang, kosong berganti sange tanpa ada yang bisa di puasin, dst. Jangan fikir jadi hantu enak karena bisa melayang nembus tembok, menakutkan kayak di film-film, karena kalau mereka jumpa jin sebenarnya mereka dalam keadaan danger, karena mereka akan di perbudak, jumpa manusia mereka di masukin ke botol / itu ibaratnya si hantu di jeblosin ke penjara di pulau Alcatras versinya hantu. Bayangin berkeliaran bebas aja mereka suntuk/ sumpek, ini ada hantu masuk penjara. Pengen bunuh diri mana bisa, megang tali aja nggak bisa, beli baygon mana ada uang, namanya juga hantu kere, lompat dari gedung mana bisa karena jalannya saja melayang. Yang mereka para hantu butuhkan sebenarnya adalah kepuasan batin, perhatian dari mantan keluarga yang masih ada di alam manusia. Jadi, sebenarnya memberikan perhatian kepada kerabat kita yang menjadi hantu itu sangat bermanfaat sekali bagi beliau dan lagian itu mudah kok untuk di lakukan. Makam mereka bisa di kasih bunga, rokok, makanan, minuman, bakar uang-uangan, bakar wewangian menyan/ hidup lidi, ini semua di lakukan secara simbolis saja dengan sedikit niatan batin berupa doa dsb. Bisa juga kuburannya di bikin emas/ keramik, mayatnya di perlakukan selayaknya mumi, karena beberapa hantu itu terkadang melekat dengan mayatnya/ ini kalau fisiknya dulu rupawan, gagah, kekar, montok dll. Tapi kalau fisiknya dulu jelek, kerempeng, kurapan mungkin nggak palah melekat dengan tubuhnya yang toh juga sudah akan memburuk jadi tanah. Tapi pemberian serta hajat apa pun yang kita berikan kepada hantu leluhur atau kerabat kita, itu syarat pertamanya harus kita niatkan dengan hati yang ikhlas dan tulus karena hantu sangat peka dengan gelombang hati dan fikiran kita. Jadi, kalau hati dan fikiran kita negatif beliau nantinya justru malah tambah galau. Jadi, kalau anda mau bikin hantu itu baper gampang banget, cukup ngomel dalam hati, maki-maki dalam hati, kentut sembarangan dengan niat yang tidak sopan, pipis di kuburannya, bermesraan di tempat kuburannya yang angket, entar anda pasti bakalan kemajuan atau di ganggu karena hantu-hantu di sekitar tempat tersebut, roh halus yang ada di sekitar anda akan merasa jengkel melihat ada manusia yang tidak manusiawi seperti anda, hehehe.

Ingat, yang di butuhkan oleh hantu sebenarnya adalah pemberian/ kasih kita via batin ke batin. Mereka juga sebenarnya nggak butuh makan kok karena mereka nggak punya usus kok. Mereka nggak akan bisa mengkonsumsi makanan, rokok, teh, kopi, perhiasan, bunga, nasi yang kita berikan. Jadi, kalau ada orang yang mengatakan ada hantu yang membuat makanan mereka basi karena ada hantu yang memakannya secara sembarangan, bukan berarti hantunya kenyang. Melainkan hantunya usil atau iseng, karena kalau pun mereka bisa mencuri makanan tersebut tanpa pamit ya mereka nggak akan pernah bisa kenyang atau puas.

Bedanya Peta dan Asura atau bedanya Hantu dan Jin/Siluman. Hantu jauh lebih lemah dari jin, karena hantu pada dasarnya merupakan degradasi atau mahluk yang jatuh dari alam manusia sedangkan jin pada dasarnya adalah degradasi atau jatuhan dari alam dewa, kalaupun ada manusia yang jadi Asura bisa di pastikan dia dulunya adalah manusia yang sakti. Jadi, oleh sebab itu banyak hantu yang menjadi kacungnya Jin. Asura menjadi preman di alam gaib, sedangkan hantu terpaksa menuruti kemauannya Asura. Hantu di suruh mengganggu manusia oleh jin, hantu harus mau tapi sebenarnya hantu terhimpit di tengah-tengah dua jenis mahluk yang lebih kuat darinya. Kalau nggak nurut akan di siksa oleh jin, kalau dia nurutin kemauannya jin ia akan di masukin ke botol atau di keppret oleh manusia. Sebenarnya hantu nggak jahat, yang jahat adalah jin. Hantu sifatnya ling lung, bingung, penasaran, kelaparan, kehausan, tampak gerah, lemah, galau, jelek, penakut, kurang semangat kayak anjing cacingan, kayak ayam bodoh, galau dan gila. Tapi jin sifatnya marah, benci, rakus, jahil, jahat, usil, pengganggu, keras kepala, sombong, suka nyamar menjadi mahluk lain misalnya pura-pura jadi hantu/binatang/manusia/dewa/Tuhan untuk sekedar beesenang-senang tujuannya mempermainkan mahluk lain, merasa paling jago, patentengan, suka berkelahi, senang perang, suka pecah belah/ adu domba, pembohong, penipu, licik, melawan siapa saja bukan cuma manusia termasuk juga para dewa di tantang. Tapi kalau kalah ia akan pura-pura minta ampun, menawarkan diri sebagai pembantu, padahal di dalam hati cari cara ingin balas dendam. Begitulah Asura, kasian Peta. Hantu dan Asura, hanya bisa hengkang dari alam bawah kalau di arus kesadaran batin mereka muncul cinta kasih, belas kasih, rasa damai dan simpati. Jika, mereka telah mampu mengoleksi keempat perasaan mulia ini maka mereka akan segera mati di alam menderita tersebut. Walaupun alam tujuan kelahirannya kembali belum tentu di mana. Yang jelas mahluk dari alam rendah tidak akan pernah bisa lahir di surga atau melampaui Surga, karena tidak ada Mahluk yang kodratnya di bawah kodrat manusia yang memiliki komposisi batin yang lengkap seperti batin manusia. Jadi mereka tidak bisa masuk Surga tanpa melalui tubuh manusia, artinya mereka harus terlahir jadi manusia dulu baru boleh punya cita-cita ke Surga. Transit dulu jadi manusia baru bisa pergi ke alam mana aja, termasuk mencapai Nirwana / Nibana, menjadi Mahluk suci, menjadi Bodhisata, menjadi makhluk Brahma, tujuan manusia yang paling hina adalah Surga Ngewe. Karena di Surga yang ada esek-eseknya itu, usia Mahluknya cuma jutaan tahun dan alam kejatuhannya kalau mereka mati cenderung lahir ke alam Neraka, Asura, Binatang, kembali jadi Dewa jarang dan paling sedikit jadi manusia. Tapi di Surga Brahma usianya bisa sampai miliaran tahun, alam kejatuhannya kalau mereka mati adalah kembali terlahir menjadi Brahma lagi, menjadi Dewa turun setingkat dan paling rendah menjadi manusia. Manusia biasa tidak akan pernah bisa membuktikan adanya kematian Dewa dan Brahma, melihat Dewa aja nggak bisa. Nunggu umur Dewa habis, itu artinya satu manusia sudah ribuan kali telah mengalami lahir mati, sedangkan Dewa baru siap menggilir satu bidadari di Surga.

Kamis, 06 Desember 2018

Quote Tentang Waktu

Berharap akan adanya hari tua yang penuh dengan keindahan, tanpa adanya landasan kebijaksanaan yang kokoh. Sama halnya dengan mengharapkan akan ada buah pare yang manis.....

Quote Tentang Cinta

Cinta adalah seni terindah yang pernah di lukiskan di dalam kehidupan insan-insan yang bermain di dalam drama penderitaan.