This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 02 Desember 2018

Seksualitas dan Kesucian Spiritualitas

Seksualitas dan Kesucian Spiritualitas

Sering kali kesucian dikaitkan-kaitkan dengan virginitas/ kemurnian kelamin. Padahal sesungguhnya ada lho..., Perawan/ Perjaka yang tidak Suci. Contohnya babi yang masih perawan :D hahaha, ya nggak juga binatanglah. Ini manusia beneran, tapi mereka adalah perawan/ perjaka yang tidak suci.

Sebenarnya semua makhluk yang masih di lahirkan ke alam kehidupan ini tidaklah suci, termasuk orang-orang yang baik adalah orang tidak suci. Kalau anda masih memiliki kebencian ataupun kemampuan untuk membuat orang lain benci kepada anda,  anda bukan orang suci walaupun anda masih Virgin. Anda sih nggak benci kepada orang lain, tapi orang lain benci kepada anda berarti anda sama dengan tidak suci. Itu poin pertama. Poin kedua adalah coba cek, apakah anda masih memiliki sifat keserakahan atau tidak. Keserakahan erat kaitannya dengan nafsu, ego dan pelekatan ( versi terbaru dari kata kemelekatan yang sudah tidak valid lagi ). Kalau anda masih tertarik dengan makanan enak, pengen punya partner bercinta yang solid, pengen kebahagiaan yang kekal abadi untuk selamanya, ingin membangun keluarga yang harmonis dan memiliki anak-anak yang sukses-membanggakan anda. Ini juga indikasi bahwa anda bukan orang suci. Karena orang suci tahu, itu nggak mungkin terjadi dan sekiranya itu beneran terjadi pun anda juga tetap tidak bisa anda pertahankan karena anda akan menua dan mati. Bahkan semua makhluk yang hidup di Surga sekalipun, belum tentu suci.

Keterhubungan Antara Teori Yin Yang dan Jalan Tengah

Ternyata Penderitaan terlahir dari Kebahagiaan, Neraka tercipta karena Surga. Celakanya semua orang mengejar Kebahagiaan dan Surga. Tidak sekedar berdasarkan filosofi Yin Yang, tetapi realitanya memang begitu. Ilustrasinya seperti Bandul, yang bergerak ekstrim ke kiri akan berbalik bergerak membalas ekstrim ke kanan. Ibaratnya Surga itu adalah ekstrim kanan maka Neraka itu adalah ekstrim kirinya. Demikian pula kebahagiaan adalah ekstrim kanan, sedangkan penderitaan adalah kebalikannya. Keseimbangan hanya ada di tengah atau yang lebih di kenal dengan jalan tengah. Di tengah ada keseimbangan, ketenangan, istirahat, berhenti dari gejolak itulah kedamaian. Sedangkan kebahagiaan identik dengan kesenangan, kenikmatan, pesta pora, maksiat, miras, Narkoba dll. Jadi, kalau anda ingin Kebahagiaan dan anda ingin tahu Surga itu bagaimana sangat gampang, tidak perlu repot-repot mendalami ajaran agama tertentu. Pergi saja ke diskotik/ dugem, cafe remang-remang, rumah bordir/ t4 prostitusi , minum inex, hisap sabu, suntik putaw, konsumsi heroin, kokain, ikut dangdutan/ dangdut koplo dan gaya hidup Hedonisme lainnya. Kebahagiaan/ Surga ya sebatas itu, mau kebahagiaan lebih nggak ada lagi sudah mentok sampai di situ, bedanya cuma dosis atau takarannya saja. Bedanya secantik-cantiknya biduan dangdut, secantik-cantiknya PSK/pelakor, seribu kali lebih cantik bidadari itu saja. Kalau di bumi ini ML, nikmatnya cuma lima atau lima puluh menit. Di Surga sana ML bisa sampai lima jam atau lima hari. Tapi hukum kenikmatan, sama dengan hukum ketidak pernah terpasang, jadi akhirnya sia-sia juga. Bayangin anda selama jutaan tahun hidupnya bahagia/nikmat terus, terus pada akhirnya harus mengalami penderitaan selama jutaan tahun lagi di kemudian hari. Ya sia-sia....

Pilihannya cuma ada dua;
Pilih mana : menderita dulu kemudian bahagia atau bahagia dulu baru menderita. Anda pasti mengatakan bahagia dulu, lalu kemudian bahagia lagi. Pokoknya bahagia itu kekal dan abadi. Dasar serakah, egois dan keras kepala. Giliran bahagia pengen kekal abadi, pas menderita pengen cepet-cepet mati. Inilah pilihan yang paling jenius, pilihan yang paling tepat, akurat dan pintar. Yaitu pilihan yang ada di tengah-tengah di antara dua pilihan ini tadi. Pilihannya wajib berpasangan, tapi juga tidak mutlak harus milih salah satu.

Keterhubungan Antara Perzinahan Pernikahan dan Cinta Abadi Part 2

Keterhubungan Antara Perzinahan Pernikahan dan Cinta Abadi Part 2

... Sambungan dari artikel Keterhubungan Antara Perzinahan Pernikahan dan Cinta Abadi Part 1

Musim Semi

Ingin hidup selamanya denganmu, with Soulmate.....
#when_falling_love......
#surga_adalah_ketika_kamu_jatuh_hati

Musim Gugur

Ambil saja nyawaku Tuhan, aku sudah tidak tahan hidup terus begini dengannya.....
#when_broken_heart
#ketika_kamu_jatuh_hati_secara_logika_kamu_pasti_akan_patah_hati_itulah_Neraka

Sesungguhnya tidak ada yang namanya cinta sejati/ SOULMATE. Karena kalau anda bersumpah untuk saling mencintai untuk selamanya dengan pasangan anda yang saat ini. Di kelahiran esok belum tentu anda dan soulmate anda berjumpa di alam yang sama, katakanlah anda masih tetap terlahir jadi manusia tapi soulmate anda malah terlahir jadi binatang. Atau soulmate anda terlahir di Surga sedangkan anda terlahir di Neraka, jadi nggak ketemu. Dan kalau pun misalnya sama-sama terlahir jadi manusia, belum tentu soulmate anda seganteng/ secantik dirinya yang saat ini. Juga belum tentu ketemu di umur yang proporsional, jadi di kelahiran esok bisa saja soulmate anda sudah nenek-nenek sedangkan anda masih remaja. Inilah sebabnya mengapa ada pemuda remaja yang mau mencintai nenek-nenek yang sudah tua peot, ini akibat efek dari sumpah setia dari kehidupan lampau. Jadi, energi dari sumpah itu bisa sebegitu sangat kuatnya sehingga mampu melewati banyak kelahiran dan mampu melawan hukum alam. Saran saya sih kalau anda mencintai seseorang, cinta ya cinta tapi nggak usah begitu melekat. Dia berkhianat atau dia mati, ya woles aja. Toh cinta cuma sekedar bunga-bunga hidup atau sebagai pereda nafsu syahwat belaka. Ya yang penting anda sudah melakukan upaya untuk mencintai dengan kesadaran, dengan kasih sayang, dengan belas kasih itu sudah cukup. Cinta nggak mesti mengukir namanya dengan pisau lipat di tangan kita, atau pembuktian-pembuktian spektakuller lainnya. Cinta ala-ala anak alay zaman now, yang sok romantis padahal najis. Pada akhirnya anda juga tidak mungkin membawa pasangan anda ke Nirvana, malahan dia justru akan menjadi perintang. Betapa banyak diantara kita yang terlahir kembali ke dunia ini, cuma hanya untuk balas budi, untuk mengobati rasa sakit orang-orang yang pernah kita gores hatinya karena kita tinggalkan tanpa permisi, entah itu orang yang pernah dekat dengan kita, entah itu mantan orang tua kita, mantan kekasih atau suami/istri, mantan ayah, mantan saudara, mantan kakek nenek dan mantan keluarga yang lainnya. Artinya kita terlahir ke dunia ini punya banyak misi, yang harus di lakukan. Karena kalau kita tidak melakukannya atau tidak tahu bagaimana cara melakukannya maka kita akan terus terjebak dalam pusaran lahir mati ini.

Keterhubungan Antara Perzinahan Pernikahan dan Cinta Abadi Part 1

Keterhubungan Antara Perzinahan Pernikahan dan Cinta Abadi Part 1

Oleh : YH. Panyandikho

Secara umum, hukum adat dan sosial masyarakat kita mengetahui bahwa berzinah adalah tidak bermoral, dosa dan jelas merupakan karma buruk. Namun benarkah demikian, apakah berzinah benar-benar karma buruk. Padahal kan berzinah itu nikmat, nikmat itu membuat bahagia. Bahagia sama dengan Surga, Surga itu kan tujuan banyak orang. Sampai di sini logikanya kan benar demikian ya. Tapi dalam perzinahan tentunya di sini harus minimal ada dua orang pelaku atau sepasang, misalnya yang satu laki dan satunya lagi wanita. Masa sih berzinah bisa dilakukan oleh satu orang saja, itu namanya coley kelez.... Definisi dari berzinah adalah hubungan seks yang di lakukan oleh dua orang manusia yang tidak memiliki ikatan resmi. Terserah mau mereka saling cinta atau tidak, mau itu karena di iming-imingi janji sesuatu atau tidak yang jelas kalau mereka melakukan hubungan kelamin sebelum menikah itu namanya berzinah.
Sebenarnya Sex adalah sesuatu yang Netral atau biasa-biasa saja, bukan sesuatu yang hina atau mulia. Karena itu adalah fitrah atau kodrat dasar manusia, supaya bisa memiliki keturunan dan memiliki aspirasi untuk mempertahankan eksistensi kehidupan generasinya. Tapi kenapa Sex di pandang menjadi begitu hina, tabu untuk di bahas dan merasa canggung atau malu untuk meminta pencerahan tentang Sex dari orang-orang yang dianggap mumpuni dalam hal ini. Padahal gara-gara hal ini banyak remaja yang kehilangan masa depannya, hamil di luar nikah/ bunting di bawah umur, aborsi, depresi, merasa hina, hingga bunuh diri dll. Sebenarnya Sex erat kaitannya dengan karma, tapi di sini bukanlah melulu 100% karma buruk, yang menjadi karma buruk adalah rasa bersalah/ penyesalan karena Sex itu sendiri, rasa malu itu sendiri, aborsi adalah karma yang sangat berat karena merupakan pembunuhan, belum lagi rasa sakit hati karena calon pasangan belum tentu setia/ suatu saat timbul benci/ cemburu inilah karma buruk, belum lagi karena cemburu si cewek memotong kelamin lakinya/ jangan bilang tidak ada yang demikian, belum lagi karena kelamin si cowok di potong oleh si wanitanya si cowok kemudian marah dan membunuh si ceweknya tersebut/ karma buruk yang sangat berat terjadi lagi. Jadi, sampai di sini saja sudah banyak rentetan karma buruk yang bisa terjadi. Inilah rentetan karma karma buruk yang bisa saja terjadi akibat perzinahan, karena belum ada ikatan bisa dengan mudahnya terjadi penyangkalan cinta, penghianatan, penipuan dan karma buruk lainnya. Sebenarnya para perumah tangga saja yang sudah jelas-jelas memiliki ikatan pun tidak kalah parah, dengan pezina lovers. Karena mereka yang menikah tentunya adalah manusia yang nafsunya juga masih kental. Dan masing-masing pasangan memiliki karakter yang berbeda, aturan yang berbeda, latar belakang yang berbeda, level keyakinan spiritual yang berbeda atau jangan-jangan agamanya juga beda, pendidikan yang berbeda, tingkat pencapaian dan pengalaman spiritual yang mungkin sama-sama dangkal. Di sini perzinahan pasca pernikahan bisa saja terjadi.

Jadi, jelas menikah belum seratus persen menanggulangi karma buruk perzinahan. Ya, belum tentu. Karena karma buruk itu bisa di lakukan oleh siapa saja, tidak mesti melulu di lakukan oleh orang yang belum menikah. Bahkan karma buruk perzinahan yang di lakukan oleh orang yang sudah menikah bisa lebih parah lagi di bandingkan mereka yang belum menikah. Misalnya karena ketidak puasan, karena kekecewaan, karena sengaja ingin menyakiti pasangan, karena dendam dll akhirnya salah satu bisa saja secara tidak sengaja terjerumus ke dalam perselingkuhan atau bisa juga memang sengaja selingkuh. Dan sebenarnya perselingkuhan ini justru sangat berbahaya bagi si pelanggar sumpah pernikahan, apalagi kalau mereka menikahnya dulu bersumpah di hadapan para Dewa. Itu sangat negeri coy,  karena Dewa yang menjadi saksi bisa ngerjain habis-habisan si pelanggar sumpah pernikahan tersebut sampai di giring ke Neraka. Makanya kalau menikah itu lebih baik mengikat janji setia di hadapan ustadz saja ya, karena ustadznya saja istrinya ada lima. Kalau ketahuan selingkuh kamu bisa ngelez punya alasan, ustadz saja istrinya lima. Masa saya pengen punya istri dua saja, nggak boleh. Saya selingkuh ini gara-gara saya takut kamu nggak ngizinin saya kawin lagi. Coba kamu ngizinin saya kawin lagi, pasti saya kan tidak jadi selingkuh. Kamu juga bisa ngancam istri, kalau dia nggak ngizinin di madu, kamu akan ceraikan dia. Ya pasti diizinkanlah, asal kamu juga nantinya rela di racun.

Bersambung ke... Keterhubungan Antara Perzinahan Pernikahan dan Cinta Abadi Part 2

Kebijaksanaan Dalam Fanatisme

Saya percaya bahwa orang Islam yang imannya sangat bagus dan begitu sangat cerdas saja seperti Dr. Zakir Naik saja. Kalau dulunya beliau terlahir, di keluarga Yahudi yang sangat fanatis dan didik oleh orang tua Yahudi yang sangat kuat dan kental doktrin Yahudinya. Maka pasti setelah beliau besar, beliau akan menjadi ahli debat Yahudi, yang sangat menjengkelkan bagi jutaan orang Islam di dunia. Atau kalau beliau terlahir di hutan dan di besarkan oleh orang hutan. Pasti setelah besar beliau akan menjadi salah satu orang barbar pembela golongan orang-orang yang meyakini faham bumi beta datar/ gepeng.

Nirvana, Bodhisata dan Surga

Orang yang ingin hidup kekal abadi untuk selamanya di saat ia sedang bahagia, ia adalah orang yang serakah. Tetapi pada saat ia sedang menderita, ia ingin segera mengakhiri hidupnya ia adalah orang yang dungu. Sesungguhnya orang yang demikian tidaklah pantas untuk terlahir menjadi manusia di kehidupannya yang saat ini dan di kelahiran esok kehidupan pasti akan memberikan rintangan yang lebih sulit lagi daripada rintangan kehidupannya yang kali ini.

Mendapatkan kesempatan untuk terlahir menjadi manusia itu sangat sulit sekali, tetapi kalau ada manusia yang kemudian setelah mati ternyata tidak terlahir di Surga itu malah sungguh sangat lucu. Karena ia tidak akan mampu mempertahankan kelahirannya untuk kembali menjadi manusia. Sedangkan Surga adalah satu-satunya harapan terakhir. Atau dia akan jatuh ke empat alam bawah, yakni Asura, Peta, Satwa dan Neraka.

Nasihat dari guru para Dewa dan Dewata/ Brahma; sekaligus sebagai Guru Semua Mahluk. Kata yang tercerahkan, versi saya. " Kalau kamu belum bisa menghentikan proses kematian dan kelahiran kembali, mencapai Nirvana/ Nibbana-Pali. Maka perjuangkanlah pengetahuan, latihlah pembelajaran dan kembangkanlah kebijaksanaan, demi kelahiran kembali sebagai manusia yang lebih baik atau menjadi Manusa Bodhisata; manusia yang berguna bagi banyak mahluk. Tetapi juga jangan lupa kembangkanlah cinta kasih, belas kasih, moralitas dan semua sifat baik yang di puji oleh orang-orang bijaksana. Ini akan berguna sebagai tameng/ perlindungan terakhir dari derasnya terjangan penderitaan yang akan selalu menerpamu di dalam Samsara. Penderitaan tidak akan pernah berhenti /berakhir di dalam Samsara ini. Surga adalah pilihan terakhir, naungan terakhir, basis terakhir. Kalau kamu gagal lahir di Surga, maka semua karma baik yang kamu miliki juga sia-sia. Karena minimal di Surga semua jenis karma buruk, baik yang berat maupun yang ringan tidak akan mampu berbuah. Sedangkan karma baik sekecil apapun pasti akan berbuah dan manis buahnya. Namun Surga bukan tujuan utama Primari Mision, bukan tujuan utama melainkan tujuan terakhir /cadangan sebagai tempat berteduh yang sejuk dan memberikan semangat hidup kembali. Dan kalau misalnya anda tidak terlahir di Surga setelah kehidupan yang kali ini, maka anda di pastikan akan jatuh ke alam-alam bawah. Mau apa lagi, semua perbuatan baik yang pernah anda lakukan akan sia-sia dan semua karma buruk anda akan mendapatkan kesempatan untuk berkembang dahsyat. Anda akan jadi binatang, atau jadi hantu, atau jadi jin dan yang paling seru masuk Neraka. Dan di sana semua jenis karma buruk anda pasti akan berbuah dengan lebatnya. Yang paling penting anda ketahui, kalau anda sampai jatuh ke bawah maka akan menjadi sangat sulit untuk naik ke atas lagi. Anda harus berjuang lagi menjadi manusia yang tentunya itu bukan gampang. Karena dari ke empat alam bawah tersebut kalau mereka mati, tidak mungkin ada yang bisa lahir ke Surga. Makanya mereka semua berebut dan bersaing ke alam manusia, seperti miliaran sel sperma yang memperebutkan satu sel telur. Tidak cukup sampai di situ, sebagai tambahan seandainya roh mereka berhasil bertengger di rahim manusia. Mereka juga tidak mungkin bisa terlahir di keluarga yang beruntung, seperti orang tua yang kaya raya, orang tua yang bijaksana dan keluarga yang baik-baik. Karena para Dewa/ Brahma yang mati di Surga juga ikut berkompetisi, jadi mereka yang berjuang dari bawah tidak akan mampu menang bersaing dengan para Dewa dan Brahma yang berjuang dari atas, sebab sebenarnya setelah para mahluk Surga padam/ mati di Surga mereka justru turun degradasi. Pastinya mantan para Dewa dan Dewata tersebut akan memilih dan mengkudeta, rahim-rahim wanita/ manusia terbaik sebagai tempat tenggerannya. Dan ini pastinya juga sesuai dengan doa-doa orang tua/ Ibu ibu beruntung yang ingin anaknya adalah anak yang baik-baik, cerdas, berparas menawan dll. Karena menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik bagi calon ibu dan cabang bayinya. Maka mengandung bayi yang rohnya berasal dari alam Dewa, adalah berkah istimewa bagi wanita tersebut. Karena bayi tersebut akan gampang di didik, berparas menarik, berkepribadian mulia, memiliki bakti, berbudi luhur, membawa berkah keberuntungan, dll. Jadi, sebenarnya makhluk-mahluk yang berjuang dari alam bawah tadi sebenarnya tidak ada dukungan. Baik secara skill, maupun dari harapan calon inangnya.

Jadi, tips juga buat para perumah tangga yang ingin punya anak yang bijak, baik, anggun, berbudi luhur, sopan santun dll. Maka sering-seringlah meditasi, berbuat baik, menjaga sikap ketika mengandung. Jangan sering sedih, marah, mengumpat, ngeselin dll supaya roh yang bertengger di rahim kamu menjadi bayi yang bereinkarnasi dari alam Surga, bukan berasal dari alam binatang baik yang liar atau pun peliharaan yang kamu potong atau hantu.

Semoga Bermanfaat......

Selasa, 06 Oktober 2015

Sakit, Tua dan Mati adalah Berkah

Sakit, Tua dan Mati adalah Berkah

Anda pasti pernah sakit, minimal ketika menahan pipis, menahan hajat, lapar, diare, flu dll. Terus rasa sakit berkahnya dimana oon ?  OK, dengan rasa sakit berarti kita tidak merasa nyaman. Akan tetapi dengan rasa sakit kita sebenarnya diperingatkan oleh tubuh kita supaya kita
merawat, memperhatikan dan menyayangi mereka. Bayangkan kalau tubuh kita terbakar, di gigit tikus, di grogoti belatung, bakteri dan jamur tanpa ada rasa sakit maka kita tidak pernah tahu di mana letak ancaman bahaya tersebut. Bisa-bisa banyak bagian dari tubuh kita yang hancur, tapi kita tidak peduli. Badan timpang, paru-paru hilang, ya nggak bisa bernafas. Kayak di jaman dulu ada banyak orang yang menderita penyakit kusta, jari-jarinya hilang di makan tikus, hidungnya di makan belatung tetapi dia tidak sadar. Jadi, bersyukurlah kalau anda masih bisa merasakan sakit karena itu normal. Kalau tidak tahan sakit kembangkan Meditasi. Sesakit apapun rasa sakitnya, amati saja terus sampai puluhan jam. Belum sampai tiga jam, biasanya rasa sakitnya hilang. Yang paling unik rasa yang tadinya sakit bisa berubah menjadi nikmat, kalau anda sabar dan memiliki keikhlasan yang murni. Ini pengalaman saya pribadi, saya katakan anda tidak akan pernah bisa mempertahankan satu objek mental tertentu selama-lamanya. Ada banyak objek mental, baik itu fikiran, baik itu perasaan, ingatan, emosi, persepsi dll. Jenis fikiran itu banyak, jenis Perasaan juga demikian, jenis ingatan ini tidak terhingga karena anda sebenarnya bisa mengingat sampai seribu kehidupan anda di masa lampau tapi sayangnya apa yang anda makan dua minggu yang lalu juga tidak bisa anda ingat ya apa boleh buat/ kalau bisa di ingat juga bikin dada nyesek mungkin karena itu kita secara memori sadar berasumsi dengan naif bahwa kehidupan ini cuma sekali ini saja, sekali ini saja sudah enek ya kan. Atau gimana mau lanjut terlahir lagi, kalau lanjut ke Surga sih pasti mau ya kan. Tapi sayangnya aspirasi kita untuk terlahir kembali di Surga, Surganya nggak abadi tetapi kelahiran kembalinya yang kekal.

Mau tidak mau setiap detik umur kita akan terus bertambah, tanpa peduli kebijaksanaan anda berkembang atau tidak. Tujuan anda terlahir sebagai manusia telah tercapai atau tidak, anda akan terus menua. Waktu anda semakin hari semakin tipis, sedangkan kegagahan anda, kekuatan mata, telinga, lidah, hidung anda semakin lemah. Terlepas dari sekaya apa pun anda, sebanyak apapun anda melakukan oplas, sebaik apapun asupan nutrisi anda, sebanyak apapun karma baik yang anda buat, pasti anda akan tetap menua.

Kematian sebenarnya adalah berkah bukan suatu momok yang menakutkan. Kita sebenarnya yang pobia terhadap kematian, kita itu bukanlah takut mati, tapi khawatir dengan ketidakpastian, takut dengan penderitaan di Neraka, trauma jadi binatang, khawatir jadi hantu dll. Bukankah seharusnya kalau kita sudah tahu bahwa setelah kita mati, kita pasti akan terlahir di Surga kita tentunya tidak akan begitu alergi dengan kematian. Dan saya yakin, malah kita semua pasti akan berlomba-lomba untuk mati. Tapi karena tidak ada pengetahuan, kita akhirnya tidak begitu yakin dan ragu dengan suara-suara sumbang yang memploklamirkan tentang adanya kepastian akan Surga kalau kita percaya kepada mahluk tertentu. Sesungguhnya secara alam bawah sadar, naluri kita selalu berbicara tentang kebenaran dan condong kepada kebenaran, tapi karena adanya dogma yang di sertai dengan pandangan salah maka kita menjadi ragu dan bimbang. Maka walaupun kita beneran percaya terhadap doktrin ajaran kepercayaan tertentu, tapi kita sebenarnya kita tidaklah begitu terlalu yakin seratus persen buktinya kita enggan untuk mati.

Ketakutan akan kematian itu ibarat ketakutan bocah SD yang sedang menunggu antrian/ giliran untuk di suntik, bagi murid yang takut dengan jarum suntik pastinya udah greget panas dingin membayangkan rasa sakit ketika jarum kecil yang akan menusuk kulit dagingnya sedangkan murid yang sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan bahwa suntikan itu adalah baik demi kesehatan dirinya sendiri maka dia akan dengan senang hati untuk di suntik.

Walaupun kita enggan untuk mati, kematian akan tetap menghampiri.
Di satu sisi sekalipun kita terus menerus berhasil mempertahankan hidup kita dari rintangan kehidupan ini, terus menghirup udara senafas demi senafas. Akhirnya kita menua juga, sedangkan penuaan adalah penderitaan. Penuaan membuat kita menderita seolah memaksa dan mendesak kita untuk mati. Bayangkan umur anda nantinya sudah 175 tahun, mata udah rabun, jalan udah gemetar, sakit pinggang, prostat, udah pikun, tidak ada lagi teman sebaya yang sehati dengan anda, anak-anak anda mulai merasa terbebani untuk melakukan bakti sehingga anda di titipkan ke panti jompo, anda tidak merasa berguna lagi untuk hidup, di sisi lain kematian tak kunjung datang menjemput anda sehingga anda menjadi tungau/ tua-tua galau. Inilah jadinya ketika anda mau mati, mati nggak mau mendekati anda. Jadi,  panjang umur bukan berkah, melainkan hukuman. Pendek umur juga bukan berarti berkah loh ya, kalau anda mati karena di gebukin atau di bakar massa oleh karena anda adalah maling muda yang belum berpengalaman anda akan juga pasti masuk Neraka. Hidup bukan soal umur panjang atau pendek, bukan juga soal lebih banyak bahagia atau menderita, tapi soal kapasitas dan kualitas pembelajaran yang telah anda dapatkan dari kehidupan ini. Kehidupan kita ini akan terus di rangkai sampai banyak kelahiran, tenang saja kehidupan anda tidak akan lenyap begitu saja ketika anda mati.  ( Kehidupan kadang terangkai indah; kadang jelek. Kadang anda jadi ustad, kadang jadi bangat. Kadang gila, kadang waras. Kadang terlahir kaya, kadang miskin. Kadang jadi manusia, jarang jadi Dewa. Sering jadi binatang atau hantu ).  Demikianlah sampai kita bisa menghentikan proses kelahiran dan kematian.

Semoga bermanfaat.
Semoga semua makhluk bahagia.